powered by Coinlib

Sosial Media: Menggiring atau Tergiring Masa?


Sosial media dalam era modernisasi menjadi kebutuhan utama manusia untuk menyampaikan berbagai macam segala aspek kehidupan. Baik itu tentang sebuah masalah, perkembangan teknologi dan informasi bahkan peristiwa tertentu yang bersifat menarik. Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut banyak para pengembang teknologi membuat sebuah media interaksi sosial melalui internet dengan berbagai jenis nama dan keunggulan. Seperti salah satu contoh adalah facebook, twitter dan instagram.

Hampir setiap detik, update peristiwa berlangsung. Baik yang ada di ujung belahan dunia sekalipun, informasi yang diperoleh hanya cukup dalam hitungan detik maka akan ada jutaan orang di belahan dunia yang lain mengetahuinya. Sungguh, betapa dahsyatnya teknologi. Mengapa sampai sedemikian rupa? Ya, sebab tolak ukur yang menjadi pembawa dan penyebar informasi adalah manusia itu sendiri.

Peran Media Sosial
Banyak yang bertanya, apa peran media sosial? Pada hakikatnya media sosial internet hanya perantara saja untuk saling menghubungkan antara penggunanya. Dasar utama dari adanya fasilitas yang dikembangkan tersebut yaitu sebuah komunikasi yang dapat mempermudah manusia melakukan aktivitas kesehariannya dalam dunia ini. Yang mulanya, hanya sekedar berkirim surat dari satu tempat ke tempat yang lain membutuhkan waktu berbulan-bulan. Tapi, kini cukup dengan hitungan menit kita bisa melakukan percakapan dengan siapapun di belahan dunia manapun dengan media sosial. Sekali lagi, hakikatnya sosial media mempermudah kita bukan mempersulit apalagi menghancurkan kita.

Media Sosial : Alat atau Budaya?
Media sosial hadir dapat dikatakan sebuah alat jika dimanfaatkan untuk mempermudah kita sehingga ketergantungan pada sebuah alat akan melahirkan yang namanya kebiasaan (budaya). Namun, yang perlu diingat bahwa media sosial mempertemukan manusia dengan cara-cara berbeda sehingga potensi negatif atas interaksi tersebut juga pasti ada. Sebagai sebuah contoh, akhir-akhir ini media sosial sudah menjadi alat untuk membentuk opini masyarakat baik melalui video-video, tulisan dan suara, sehingga tanpa disadari kita akan dengan mudah mengikuti yang pada dasarnya kita sama sekali tidak mengetahui hakikat (tujuan) dari apa yang kita lihat dan dengar tersebut. Atas dasar hal tersebutlah sosial media lalu membentuk sebuah budaya berkomentar terhadap informasi yang diterima penggunanya sehingga daya konflik dan perpecahan itu sendiri sangat besar hanya karena sebuah informasi yang diterima melalui sosial media.

Mau apa dengan Sosial Media?
Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan sosial media? Kita adalah pengendali dibalik hadirnya sosial media. Ingat! Sejatinya, subjek dari media internet adalah kita. Seutuhnya setiap informasi adalah dalam kontrol dan pemahaman manusia atas dasar pengalaman, ilmu atau bahkan hawa nafsu yang terbentuk lalu ditransformasikan dalam sebuah kata, video bahkan animasi. Sosial media yang kita miliki kini jangan lagi hanya mampu membuat kita terlena dengan opini yang dibuat oleh orang diluar sana. Tapi, sekarang sudah saatnya kita menggiring mereka untuk mengetahui, memahami lalu mengikuti opini yang kita kembangkan atas dasar ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dapat dipertanggungjawabkan. Munculnya istilah hoax (berita palsu) adalah salah satu contoh dari opini dan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang! Atau harus kapan lagi kita memulai untuk membuat sebuah opini dengan lugas dan terbuka bukan dengan berita palsu yang hanya membuat bangsa ini bercerai berai. Ingat sekali lagi, sosial media adalah apa yang kita bagikan tentang dunia kita.
Sosial Media: Menggiring atau Tergiring Masa? Sosial Media: Menggiring atau Tergiring Masa? Reviewed by Anonymous on April 01, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.